Langsung ke konten utama

Anda Menutup Peluang Orang Lain Jika Kamar Sudah Teregistrasi Atas Nama Anda!

 

Ilustrasi Kegagalan rencana. credit Pexels.com/Cottonbro Studio

Baru-baru ini ada seorang tamu memesan kepada saya sebuah kamar hotel. Saya tak bisa menyebutkan nama dan dari mana, karena identitas mereka yang saya registrasikan pada suatu properti adalah privasi. 

Tamu ini rencananya memesan kamar tepat di hari kemerdekaan RI. Dengan opsi 'Bayar di Hotel'.

Pada tiga hari pertama, masih nampak opsi 'Bayar di Hotel' untuk kamar dan tanggal yang dipilihnya dari aplikasi khusus perpesanan oleh reseller (macam saya). Namun karena tamu tersebut termasuk slow response—yang mungkin juga sibuk, saya tak bisa langsung memesankannya disebabkan efek atau kemungkinan yang bisa saja timbul di kemudian hari. Dan pada beberapa hari itu, saya hanya menunggu jawaban dari pertanyaan yang saya tanyakan.

Masalahnya muncul pada hari keempat proses dari tamu tersebut. Saya masih menunggu jawaban dan belum mendapatkan kejelasan. Hanya, pada saat itu opsi 'Bayar di Hotel' menghilang dari pilihan metode bayar. Saya terpikir ada kesalahan di pihak saya, namun sepertinya tidak. Karena saya bahkan belum menyelesaikan proses Checkout perpesanan. 

Beberapa minggu kemudian saya baru menemukan jawabnya dari pihak RedDoorz

Menurut keterangan, kondisi ini bisa jadi disebabkan karena adanya laporan dari beberapa pemesan kamar via reseller, namun pemesan kamar tak terlihat datang atau melakukan check-in. Jadi pemesan kamar tak mengirim kabar sebelumnya (untuk pembatalan) atau tak bisa dihubungi. Pada saat pemesanan itu, perkiraan yang ada mungkin disebabkan untuk menghindari double booking. Namun pada saat pemesanan dilakukan di luar 'tanggal cantik' atau 'high season' pun nyatanya masih tertutup untuk fitur 'Bayar di Hotel' ini.

Mengingatkan lagi,

Reseller, aplikasi, dan hotel beserta jajaran stafnya telah berbaik hati untuk menyediakan tempat, waktu, dan tenaga secara istimewa hanya untuk Anda saat Anda melakukan pemesanan dengan metode 'Bayar di Hotel' ini. 

Terlebih staf hotel, mereka menyiapkan dan merapikan kamar dari tamu sebelumnya. Memang itu tugas mereka—namun setidaknya, jika telah memesan kamar hendaklah datang dan melakukan check-in ...atau jika berhalangan, kirimlah kabar pembatalan sesegera mungkin untuk dapat memberi ruang pada lainnya yang sama-sama membutuhkan. Bertanggungjawab terhadap hal tersebut akan membuat Anda lebih terkesan memanusiakan (jawa: nguwongke) dan beradab, karena mencerminkan Anda menghargai pekerjaan orang lain dan tidak merugikan calon tamu lainnya yang batal menginap disebabkan kalah cepat dengan pesanan Anda. 

Sementara kecurangan oleh staf hotel yakni double booking yang mungkin timbul, di masa segalanya terhubung secara digital ini akan bisa dilacak karena Anda punya bukti perpesanan. Begitu pula reseller dimana Anda memesan kamar. Dan mestinya mereka pun yang melakukan demikian harus siap saat diberikan peringatan atau bahkan sanksi. 

Saat Anda memesan kamar dengan apapun metode bayarnya, Anda menutup peluang orang lain untuk menyewa kamar hotel pada saat itu. Termasuk dengan opsi 'Bayar di Hotel' ini. Saat Anda menyia-nyiakannya dengan tidak datang namun tanpa pemberitahuan, Anda bisa menutup kesempatan orang lain untuk menggunakan fitur tersebut saat benar-benar membutuhkannya karena fiturnya dihapus. Hotel bukan lembaga nirlaba, dimana kerugian yang timbul akan sangat diperhitungkan bagaimanapun kecilnya untuk mengongkosi hotel secara operasional dan mereka yang bekerja terkait dengannya. 

Akhirnya, semuanya tergantung pada RedDoorz dan partner dalam penentuan kebijakan penutupan metode tadi kapan akan diberlakukan kembali. Yang itu pun entah kapan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahukah Anda Ada Jenjang Harga Untuk Kamar saja?

Jenjang atau tingkatan tangga sebagai ilustrasi dari poin pembentuk harga. Pixabay.com/ekk814 Sebagai pembuka, yang saya maksud sebagai jenjang atau tingkatan harga adalah selisih dan perbedaan kamar yang dipesan tergantung dari kondisi tertentu bersumber dari poin-poin (komponen) yang mempunyai harga dan perhitungannya sendiri.  Hal ini mempengaruhi total besaran uang yang akan Anda keluarkan pada sebuah kamar yang dipesan secara keseluruhan. Uraian berikut mungkin akan diabaikan mereka yang mempunyai dana lebih, namun banyak orang di luar sana mempunyai budget atau anggaran yang pasti diperhitungkan sebelumnya. Sebagai contoh: keluarga menengah dengan anggota yang banyak, sales yang menempuh perjalanan keluar kota, atau driver yang mengantar barang atau produk perusahaan, dan lain sebagainya.  Mungkin ada banyak perusahaan yang perhitungan meski ada perusahaan yang tidak. Dan yang mempunyai anggaran lebih untuk operasional karyawannya ini bisa jadi akan 'dimanfaatkan' oleh...

Tahukah Anda Jika RedDoorz Mempunyai Differensiasi?

  Banyak yang mungkin belum tahu jika jaringan penginapan  RedDoorz mempunyai beberapa nama dengan plang (papan nama)  brand yang berbeda. Karena saat saya membaca review (ulasan) salah satu tempat kost di Sidoarjo, dia menulis ulasan bingung jika ternyata kost tersebut tidak ada nama RedDoorz . Tentu saja ini perlu diluruskan jika jaringan RedDoorz tak hanya hotel dengan plang brand RedDoorz saja. Untuk lebih jelasnya dapat Anda cek pada gambar di atas. RedDoorz sendiri menjangkau semua kalangan karena RedDoorz  menjembatani berbagai tipe untuk tamu yakni  RedDoorz Budget , RedDoorz Plus dan RedDoorz Premium . Jadi tunggu apa lagi. Booking ke nomor ini , bayar di hotel. .

Hello World

Saya mengawali langkah menjadi reseller RedDoorz minggu lalu. Bukan karena iseng, namun mungkin (harapannya) dapat menjadi salah satu kegiatan mengisi waktu senggang. Dan... pas ada orang yang membutuhkannya. Ini posting saya pada blog yang baru ini. Jadi... mungkin bisa dibaca oleh teman-teman penghobi pembaca. Bukan penikmat video. Ok. Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi.