![]() |
| Jenjang atau tingkatan tangga sebagai ilustrasi dari poin pembentuk harga. Pixabay.com/ekk814 |
Sebagai pembuka, yang saya maksud sebagai jenjang atau tingkatan harga adalah selisih dan perbedaan kamar yang dipesan tergantung dari kondisi tertentu bersumber dari poin-poin (komponen) yang mempunyai harga dan perhitungannya sendiri. Hal ini mempengaruhi total besaran uang yang akan Anda keluarkan pada sebuah kamar yang dipesan secara keseluruhan.
Uraian berikut mungkin akan diabaikan mereka yang mempunyai dana lebih, namun banyak orang di luar sana mempunyai budget atau anggaran yang pasti diperhitungkan sebelumnya. Sebagai contoh: keluarga menengah dengan anggota yang banyak, sales yang menempuh perjalanan keluar kota, atau driver yang mengantar barang atau produk perusahaan, dan lain sebagainya.
Mungkin ada banyak perusahaan yang perhitungan meski ada perusahaan yang tidak. Dan yang mempunyai anggaran lebih untuk operasional karyawannya ini bisa jadi akan 'dimanfaatkan' oleh karyawannya dalam pemesanan kamar. Dimaanfaatkan dalam tanda kutip ini tidak selalu dalam artian negatif, namun lebih merupakan hak dan kebijakan pengelolaan keuangan dan merupakan bagian dari 'kecerdasan finansial' si karyawan.
Misalnya, jika perusahaan menganggarkan sekitar 250 ribu permalam untuk biaya menginap karyawan dinas dan perjalanan ke luar kota. Alih-alih si karyawan mencari hotel dengan kamar seharga 250 ribu, mungkin dia akan mencari penginapan dengan harga 150 ribu rupiah yang mungkin tidak selengkap hotel seharga 250 ribu permalam tadi secara fasilitas, namun toh akhirnya dia bisa memperoleh kelebihan uang 100 ribu yang mungkin bisa dipergunakan untuk jajan atau sembako keluarga yang dia hidupi. Jumlah 100 ribu kan lumayan untuk 6 kilogram beras. Mungkin bisa lebih. Ini bukan korupsi karena sudah dianggarkan di depan dan uang untuk biaya menginap tersebut adalah hak si karyawan.
Berbeda halnya dengan kasus dimana karyawan membayar dengan uang dia dahulu, lalu ketika sudah ada nota tertulis resmi, namun nota itu diganti dan nilai tagihan yang tertera digelembungkan oleh si karyawan untuk kemudian disetor guna penggantian dana. Bukannya begitu yang dinamakan dengan korupsi?
Kembali ke pembahasan tingkatan harga,
Mungkin mereka yang pernah memesan kamar hotel atau penginapan, akan mendapati periode WEEKDAY dan WEEKEND (hari Sabtu dan Minggu), Low Season dan High Season (hari keagamaan atau hari besar dan momen liburan) turut berpengaruh pada harga. Weekday lebih murah karena permintaan sedikit. Weekend lebih tinggi karena mereka yang tadinya bekerja pada weekday juga membutuhkan kamar untuk kebutuhan tertentu. Low Season lebih murah karena alasan yang sama. High Season lebih mahal karena permintaannya tinggi, dan harga pada high season kadangkala malah bisa melebihi harga pada weekend.
Namun selain itu, tahukah Anda jika juga ada perbedaan harga juga antara ‘Bayar Sekarang’ (dilakukan saat pemesanan kamar hotel) dan ‘Bayar di Hotel’ (dilakukan saat datang/check-in)? 'Bayar sekarang' lebih murah karena hotel tak menanggung kerugian dari tamu yang batal. Harga 'Bayar di Hotel' ini sedikit lebih tinggi karena risiko: hotel sudah barang tentu akan menanggung kerugian disebabkan tingkat keterisian tidak sesuai rencana saat tamu membatalkan kunjungan.
Seperti pada tulisan terdahulu, pihak hotel akan menyediakan satu kamar yang Anda pesan pada hari dan tanggal pemesanan, hanya untuk Anda. Jadi akan terhitung rugi jika kamar yang sejatinya dikhususkan untuk Anda namun dibatalkan pada saatnya karena Anda tidak menempatinya disebabkan telah memblokir kamar tersebut untuk pemesanan lain.
Eits, tunggu dulu... masih ada lagi, tahukah Anda fitur Refundable (dana bisa kembali jika batal untuk opsi bayar sekarang) dan sebaliknya (no_refund) juga berpengaruh? fitur Refundable ini mempunyai harga sedikit lebih mahal, meskipun Anda akhirnya jadi menginap di kamar hotel yang Anda pesan. Namun jika Anda membatalkannya, Anda akan memperoleh uang Anda kembali dengan beberapa poin ketentuan yang tertera dan dikirim ke email Anda—yang kemungkinannya ada biaya pembatalan. Dan sebaliknya, bila Anda memilih opsi no_Refund, uang yang Anda setor ke rekening RedDoorz tak bisa balik ke kantong Anda lagi jika Anda batal menginap.
Hanya itu? Tentu saja tidak.
Ada 'add-on' (atau tambahan) lain turut berpengaruh pada harga. Misalnya, adanya permintaan akan ranjang tambahan. Kamar standar biasa tentu berbeda dengan kamar dengan kelas di atasnya. Selain itu, adanya add-on sarapan. Meski kita tahu, cukup banyak hotel yang menyajikan sarapan sebagai poin wajib yang sudah termasuk dalam total harga.
Namun ternyata banyak orang memilih untuk tidak sarapan disebabkan banyak hal. Misalnya: puasa atau pantang sesuatu, tidak enak makan pagi dan lebih suka brunch (breakfast-lunch—atau makan pagi gabung makan siang), kekhawatiran kurang cocok dengan menu yang akan disajikan, dan lain sebagainya. Jadi, sarapan adalah komponen yang kemudian dipisahkan serta dijadikan add-on sendiri dan ada tambahan harga jika ingin memesan kamar dengan memasukkan menu sarapan pagi disebabkan komponen ini tidak selalu diinginkan tiap tamu.
Akhirnya, sekelumit inilah yang perlu Anda pertimbangkan saat Anda memesan kamar hotel dan penginapan melalui saya.

Komentar
Posting Komentar